HIRANUMA Autotitrator (Titrasi Potensiometri Automatik)

Hello Sobat Sains!

Artikel ini akan menjelaskan bagaimana instrumen autotitrator bekerja dan bagaimana mereka dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam berbagai jenis analisis kimia, mulai dari penetapan konsentrasi larutan hingga penentuan kadar zat tertentu dalam sampel kompleks. Titrasi Potensiometri pada dasarnya adalah titrasi untuk mengetahui potensal Hidrogen atau pH dari suatu larutan. Dalam titrasi manual dan konvensional, dibutuhkan suatu reagen yang spesifik akan mengeluarkan warna dalam pH tertentu dan juga cara mendeteksinya menggunakan mata seorang analis. Hal ini biasanya sering dilakukan di sekolah atau universitas untuk tujuan praktek. Tetapi untuk skala industri hal ini sudah sangat jarang dilakukan.Dalam dunia industri titrasi potensiometri dilakukan dengan prinsip kerja yang sama dengan titrasi potensiometri konvensional. Hanya saja alat ini bekerja secara otomatis, mulai dari pengaduk, buret titrasi, memindahkan sampel, pendeteksian titik pH, serta perhitungan volume titran semuanya dikerjakan oleh alat. Prinsip kerjanya adalah mengukur pH berdasarkan beda potensial yang diukur dalam sampel. Beda potensial per satu satuan pH adalah 60 miliVolt dengan titik pH 7 atau pH netral sebagai titik nol, pH asam positif dan pH basa negatif. Jadi misalnya: elektrode mendeteksi beda potensial dari sampel adalah +120 mV, berarti pH sampel adalah = 7 - (+120/60) = 5.

Contohnya adalah alat autotitrator pabrikan HIRANUMA yang sering dipakai dalam industri migas, farmasi dan F&B.

"Titrasi merupakan suatu metode yang digunakan dalam menentukan konsentrasi suatu analit. Hingga saat ini, titrasi sudah sangat berkembang menjadi sangat moderen, mudah, dan canggih."

Dalam menggunakan HIRANUMA Autotitrator dengan tujuan analisis hanya mengukur pH, maka cukup dengan elektroda yang mendeteksi beda potensial dari sampel saja. Jika tujuan analisis adalah mengukur kandungan suatu zat yang ada di dalam sampel, maka dilakukan titrasi sampai titik pH yang telah diatur sebelumnya. Jadi misalnya: akan dilakukan analisis kadar zat x dalam sampel yang tergolong netral menggunakan HIRANUMA Autotitrator dengan titik pH akhir adalah 4 (menurut zat yang akan kita analisis), maka HIRANUMA Autotitrator akan melakukan titrasi dengan menggunakan titran asam, sampai pH sampel tadi menjadi pH 4, lalu titran akan berhenti mengalir, volume titran yang digunakan ke sampel akan menjadi acuan perhitungan seberapa banyak kandungan zat x yang ada di dalam sampel tadi.

Berikut adalah bagian dari hiranuma Autotitrator:

1. Display Berfungsi menampilkan hasil dari perhitungan dan menunjukkan beberapa pilihan perintah untuk dipilih. Display inilah yang juga sebagai perbedaan dari titrasi manual. Display memungkinkan analyst untuk mengkalibrasi alat, megatur set akhir pengukuran dan mencatat hasil serta merekamnya di dalam alat untuk dijadikan referensi dalam pengukuran selanjutnya.

2. Autoburet. Bagian ini yang akan mengukur volume titran yang telah dititrasi dalam sampel uji dan akan menjadi acuan perhitungan selanjutnya. Buret dikendalikan oleh elektrode, jika elektrode belum mencapai titik akhir deteksi maka buret akan terus mengalirkan titran dan akan menutup jika elektrode telah mencapai titik akhir pengukuran. Buret ini terhubung dengan penampungan titran dan tower. Jadi ketika larutan titran telah dipakai untuk pengukuran dan telah diukur volume yang terpakai, maka buret akan terisi lagi oleh cairan titran dari penampungan secara otomatis dan siap untuk digunakan.

3. Elektrode HIRANUMA Bagian ini adalah bagian terpenting dalam autotitrator, karena elektrode menpunyai fungsi untuk mengukur potensial Hidrogen secara terus menerus sekaligus mengirimkan signal ke buret untuk menutup jika elektrode telah mencapai titik akhir pengukurannya. Jika terjadi masalah dalam alat ini maka pengukuran dengan autotitrator tidak akan bisa dilakukan.

Ini adalah beberapa contoh konfigurasi untuk HIRANUMA Autotitrator

Di industri Farmasi dan F&B khususnya Autotitrator digunakan untuk Analisa utama pada Raw material ataupun Produk jadi untuk menentukan kadar suatu sample, untuk memenuhi syarat penerimaan dan syarat rilis suatu produk.

Demikian bahasan tentang prinsip kerja HIRANUMA Autotitrator (Titrasi Potensiometrik Automatik) jika ada pertanyaan atau masukan, jangan sungkan mengetiknya di kolom komentar, terima kasih :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *