0 Comments

Pendahuluan

Pekerjaan laboratorium merupakan pekerjaan yang membutuhkan alokasi waktu yang tepat dalam pengerjaannya. Dalam pengerjaannya, laboratorium membutuhkan perhitungan waktu pengerjaan yang tepat agar lead time analisis tetap berjalan sesuai jadwalnya. Manajemen waktu yang baik dibutuhkan dalam mewujudkan analisis laboratorium tanpa keterlambatan. Namun, bagaimana manajemen waktu dapat dilakukan di bulan Ramadhan?

Bulan Ramadhan membawa perubahan dalam pola kerja di laboratorium, terutama terkait durasi jam kerja, kondisi fisik analisis dan ritme aktivitas kerja. Di sisi lain, tuntutan terhadap ketepatan, akurasi dan konsistensi hasil analisis tetap harus dipenuhi tanpa kompromi. Kondisi ini menjadikan manajemen waktu analisis sebagai aspek krusial selama Ramadhan, bukan hanya untuk menjaga profuktivitas, tetapi juga untuk meminimalkan risiko kesalahan akibat kelelahan dan penurunan konsentrasi, sehingga alur kerja pada bulan Ramadhan tetap optimal.

Manajemen Waktu Analisis Pengujian dengan HPLC

Pengujian HPLC seringkali membutuhkan manajemen waktu yang tepat, terutama di beberapa bagian seperti preparasi sampel dan proses injeksi sampel. Di bulan Ramadhan, pengaturan jadwal analisis HPLC perlu mempertimbangkan waktu kerja paling optimal bagi analisis, terutama untuk metode dengan durasi run time yang panjang. Proses preparasi sampel membutuhkan penyesuaian waktu yang tepat karena proses ini memiliki waktu hands on yang cukup lama dari analis. Proses preparasi seperti persiapan preparasi sampel, preparasi fasa gerak, dan conditioning instrumen perlu pengaturan waktu yang tepat.

Jika analisis dimulai di pagi hari, proses preparasi sampel ini dapat dilakukan segera, mulai dari proses pelarutan sampel, pengenceran sampel dan penyaringan sampel lewat syringe filter untuk nantinya siap masuk ke vial. proses ini dapat dilakukan dalam waktu sekitar 30 menit atau 40 menit untuk beberapa sampel. Jika sampel yang dikerjakan cukup banyak, proses preparasi ini tentu akan memakan waktu yang lebih lama lagi. Proses preparasi juga dapat dilakukan bersamaan dengan preparasi eluen dan conditioning instrumen untuk mengoptimalkan waktu yang ada. Analis juga harus memastikan bahwa eluen yang dipreparasi cukup untuk satu urutan sampel, termasuk dengan deret standar dan blanko agar tidak memakan waktu untuk preparasi eluen kembali

Setelah proses preparasi sampel dan conditioning instrumen selesai, proses injeksi sampel dilakukan. Tentunya, proses ini akan berjalan lebih mudah dan menghemat waktu jika menggunakan autosampler. Dengan begitu, autosampler sendiri cukup berguna dalam menghemat proses injeksi. Selanjutnya, analis perlu mengetahui berapa lama waktu analisis yang dibutuhkan per sampel, sehingga analis dapat memperkirakan waktu selesai analisis.

Manajemen Waktu Analaisis Pengujian dengan AAS

Pengujian AAS juga membutuhkan manajemen waktu yang tepat, terutama dalam proses preparasi sampel. Proses preparasi yang berupa destruksi sampel cukup memakan waktu yang lama. Dengan begitu, proses preparasi ini perlu manajemen yang tepat agar tidak memakan waktu yang lama. Jika destruksi sampel dilakukan dengan microwave digester, proses ini akan memakan waktu yang lebih singkat. Setelah proses destruksi, proses dilusi sampel selanjutnya yang perlu manajemen waktu yang tepat.

Proses analisis sampel dengan AAS juga membutuhkan manajemen waktu yang baik agar lead time analisis tidak molor. Perlu diketahui pula bahwa bulan Ramadhan, jam kerja akan lebih singkat, sehingga user membutuhkan manajemen waktu yang baik dalam proses analisis. Salah satu contoh manajemen waktu pada AAS adalah penggunaan autosampler. Selain itu, penggunaan AAS dengan sistem otomatisasi juga mampu mempersingkat waktu analisis menjadi lebih cepat. Dengan adanya sistem otomatisasi pada AAS dan penggunaan autosampler, analis dapat memperkirakan waktu analisis berjalan, sehingga proses analisis akan semakin teratur waktu analisisnya.

Peran Instrumen Analisis dalam Proses Manajemen Waktu Analisis

Alur kerja di bulan Ramadhan membutuhkan efektivitas waktu kerja yang tinggi dan membutuhkan manajemen waktu yang jelas. Manajemen waktu pada proses analisis akan semakin tertata jika pada instrumen kita telah mengetahui dan memperkirakan waktu analisis. Waktu analisis ini dibangun dari metode analisis yang sudah robust dan konsisten. Metode ini juga didukung dengan instrumen yang performanya stabil, sehingga analis dapat memperkirakan waktu proses analisis berlangsung.

HPLC Primaide dan Chromaster dari Hitachi merupakan tipe HPLC dengan tingkat robustness  yang tinggi dengan kemampuan untuk menunjang proses analisis agar lebih metode analisis lebih konsisten dan dapat diperkirakan waktu analisisnya. Sementara itu, AAS XplorAA dan SavantAA dari GBC memiliki program otomatisasi yang melimpah untuk membantu user dalam memaksimalkan waktu analisis. Kedua instrumen ini memiliki kelebihannya tersendiri dalam mengefektifkan waktu analisis, sehingga akan mempermudah user.

Dengan waktu analisis yang dapat terukur, proses analisis di laboratorium dapat disesuaikan alur kerjanya, sehingga efektivitas waktu analisis tercapai. Tentunya, efektivitas waktu analisis ini dibutuhkan untuk memaksimalkan waktu kerja, terutama di bulan Ramadhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts