
Dalam penelitian yang dipublikasikan di Cancers Vol 17(14) tahun 2025, para peneliti dari SciLifeLab dan Karolinska Institutet mengadaptasi sebuah platform skrining fungsional. Fungsinya untuk menilai sensitivitas sel kanker yang diambil dari pleural effusion terhadap terapi obat tertentu. Tujuan utamanya adalah menguji hubungan antara respons sel tumor secara eks-vivo dan hasil klinis pasien, dengan harapan memperkuat pendekatan precision medicine untuk kanker paru-paru dan mesothelioma.
Salah satu unsur penting dari metodologi eksperimen ini adalah penggunaan Apricot S3 (SPT Labtech, Melbourne, UK) sebagai sistem otomatisasi pipetting. Apricot S3 difungsikan untuk menyiapkan dan mentransfer perpustakaan obat ke dalam kultur 3D sel pasien pada format 384-well plates. Instrumen ini berperan dalam tahapan kunci: pre-spotting obat pada 384-well plates yang kemudian dipindahkan ke kultur sel menggunakan Apricot S3. Dengan demikian, hal-hal terkait kecepatan, presisi, dan konsistensi volume dispensi yang diperlukan untuk mengukur respons obat dengan akurat dapat diperoleh.
Peran Apricot S3 dalam Workflow Skrining Obat Eks-Vivo
Dalam eksperimen skala tinggi seperti drug sensitivity testing, variabilitas pipetting manual dapat memperkenalkan bias yang signifikan pada hasil respons obat. Oleh karena itu, Apricot S3 hadir sebagai solusi terseleksi berkat kapabilitasnya dalam:
- Automated high-throughput pipetting (96/384-channel) yang mampu mentransfer volume kecil secara simultan dengan CV rendah. Hal ini sangat penting untuk konsistensi dose-response curves.
- Kemampuan mengatur volume dan plate secara fleksibel untuk format 384-well plates, yang merupakan standar dalam skrining obat dan kultur sel tiga dimensi (3D spheroids) yang digunakan dalam penelitian ini.
- Integrasi dengan workflow imaging system dan analisis data. Setelah transfer obat, sampel dianalisis menggunakan sistem high-content imaging opera Phenix. Ini menunjukkan bagaimana kombinasi otomasi liquid handling dan imaging dapat menghasilkan dataset yang kuat untuk korelasi respons klinis.
Keunggulan teknologi seperti Apricot S3 mencerminkan tren modern di laboratorium penelitian klinis: menggabungkan otomasi yang andal dengan kemampuan eksperimental lanjutan untuk menurunkan variabilitas teknis, sekaligus meningkatkan keberulangan dan throughput.
Kontribusi terhadap Presisi Onkologi dan Hasil Klinis
Studi tersebut menunjukkan bahwa respons sel eks-vivo terhadap resimen obat tertentu memiliki korelasi dengan hasil klinis. Korelasi tersebut tampak pada overall survival dan progression-free survival meskipun korelasi ini sendiri bersifat kompleks dan bervariasi antar pasien. Platform skrining yang digunakan, yang mencakup pengunaan Apricot S3, memperlihatkan potensi nyata dalam:
- Mempercepat validasi eks-vivo terhadap pilihan terapi yang tersedia. Dengan demikian dapat membantu tim klinis dalam memilih resimen yang paling efektif berdasarkan data fungsional dari sel pasien.
- Meningkatkan reproducibility dari assay skrining obat. Sebab teknologi pipetting otomatis dapat menstandarisasi langkah-langkah kritis dalam persiapan obat dan kultur.
- Mendukung penggunaan model 3D culture secara konsisten. Model ini semakin diakui sebagai model biologis yang lebih representatif terhadap mikro-lingkungan tumor dibanding kultur 2D tradisional.
Kesimpulan
Dalam konteks publikasi Cancers ini, Apricot S3 tidak hanya sekadar menjadi alat pendukung melainkan komponen penting dalam platform skrining fungsional yang menghubungkan hasil respon eks-vivo dengan hasil klinis pada kanker pleura. Dengan kapasitas untuk mentransfer perpustakaan obat secara presisi ke kultur sel dalam format yang sangat terukur, Apricot S3 mendemonstrasikan nilai tambah signifikan bagi riset precision medicine pada segmendrug discovery.
Sumber Publikasi:
Hutyra-Gram Ötvös, R., Krynska, H., Gudoityte, G., Skribek, M., Oniscu, A., Berkovska, O., Strauß, K., Zipprick, J., Tamborero, D., Alexeyenko, A., Gad, A. K. B., Seashore-Ludlow, B., & Dobra, K. (2025). Ex Vivo Drug Sensitivity of Pleural Effusion-Derived Cells from Lung Cancer and Pleural Mesothelioma Patients Is Linked to Clinical Response. Cancers, 17(14), 2363. https://doi.org/10.3390/cancers17142363