0 Comments

Kalibrasi UV-Vis spectrophotometer merupakan prosedur wajib untuk memastikan akurasi pengukuran absorbansi. Artikel ini menyajikan protokol resmi kalibrasi menggunakan larutan standar NIST-traceable sesuai pedoman ISO/IEC 17025.

Alat & Bahan yang Diperlukan

Peralatan

  • UV-Vis spectrophotometer
  • Kuvet kuarsa (1 cm pathlength)
  • Pipet volumetrik kelas A
  • Labu takar 50 mL dan 100 mL
  • Thermometer presisi (±0.1°C)

Bahan Kimia

  • Kalium dikromat (K₂Cr₂O₇) pro analisis
  • Asam sulfat (H₂SO₄) 0.01 M
  • Aquades bebas CO₂
  • Larutan blanko (pelarut yang digunakan)

Persiapan Larutan Standar

1. Larutan Induk K₂Cr₂O₇ 0.0400 g/L

  1. Timbang 0.0400 g K₂Cr₂O₇ (akurasi ±0.0001 g)
  2. Larutkan dalam H₂SO₄ 0.01 M
  3. Encerkan hingga 1 L di labu takar
  4. Simpan dalam botol cokelat di 4°C (stabil 3 bulan)

2. Larutan Kalibrasi (Sesuai Tabel)

KonsentrasiVolume IndukVolume Finalλ (nm)Absorbansi Teoritis
Low5 mL50 mL2350.201 ± 0.005
Medium10 mL50 mL3500.536 ± 0.008
High20 mL50 mL4451.072 ± 0.012

Prosedur Kalibrasi Step-by-Step

1. Persiapan Awal

  • Warm-up instrument selama 30 menit
  • Bersihkan kuvet dengan aseton HPLC grade
  • Atur parameter:
    • Slit width: 2 nm
    • Scan speed: medium
    • Data interval: 1 nm

2. Baseline Correction

  1. Isi kuvet dengan blanko
  2. Scan dari 200-500 nm
  3. Simpan baseline sebagai referensi

3. Verifikasi Panjang Gelombang

  1. Gunakan holmium oxide filter
  2. Verifikasi puncak pada:
    • 241.15 nm
    • 287.15 nm
    • 361.5 nm
  3. Koreksi jika deviasi > ±0.5 nm

4. Kalibrasi Absorbansi

  1. Ukur larutan standar low-medium-high
  2. Catat absorbansi pada λ tertentu
  3. Bandingkan dengan nilai teoritis:

Kriteria Penerimaan:

  • Deviasi maksimal ±1% (absorbansi)
  • Linearitas R² ≥ 0.999

5. Stray Light Test

  1. Gunakan NaI 1.2% di λ 220 nm
  2. Absorbansi harus >2.0 AU
  3. Jika gagal: bersihkan monokromator

Validasi Hasil Kalibrasi

1. Control Chart

  • Plot nilai absorbansi harian
  • Hitung UCL/LCL (±3SD)

2. Verifikasi dengan CRM

  • Gunakan NIST SRM 930e
  • Bandingkan hasil pengukuran vs sertifikat

3. Dokumentasi

  • Catat:
    • Tanggal kalibrasi
    • Nama operator
    • Nomor batch larutan
    • Hasil verifikasi

Troubleshooting Umum

MasalahPenyebabSolusi
Baseline tidak stabilKuvet kotorBersihkan dengan HNO₃ 10%
Absorbansi terlalu rendahLampu deuterium lemahGanti sumber cahaya
Noise tinggiVibrasi lingkunganGunakan anti-vibration pad

FAQ

Q: Berapa frekuensi kalibrasi ideal?
A: Harian untuk critical work, mingguan untuk rutin

Q: Bisanya menggunakan standar lain selain K₂Cr₂O₇?
A: Ya, bisa menggunakan nickel sulfate atau neutral density filters

Q: Apa yang dilakukan jika deviasi >1%?
A: Lakukan:

  1. Re-kalibrasi
  2. Verifikasi larutan
  3. Service instrumen jika perlu

Kesimpulan

Prosedur kalibrasi ini menjamin:
✓ Akurasi pengukuran sesuai standar internasional
✓ Konsistensi hasil antar operator
✓ Kepatuhan terhadap ISO 17025

“Kalibrasi tepat = Hasil analisis yang bisa dipercaya!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Related Posts