Dalam dunia bioteknologi dan layanan medis modern, bank sel memainkan peran krusial dalam menyimpan dan menjaga kualitas berbagai jenis sel, seperti sel punca (stem cell), sperma, ovum, embrio, hingga sel darah. Sebagai tempat penyimpanan material biologis yang sangat sensitif, bank sel memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kualitas dan viabilitas sel agar tetap optimal dan aman digunakan di masa depan.
Salah satu elemen kunci dalam menjaga kualitas sel adalah monitoring suhu dan ketersediaan liquid nitrogen (LN₂) secara konsisten dan akurat. Di Indonesia, hal ini tidak hanya menjadi praktik ilmiah terbaik, tetapi juga merupakan kewajiban hukum yang diatur oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Peran Penting Suhu dan Liquid Nitrogen dalam Bank Sel
Sebagian besar material biologis yang disimpan dalam bank sel membutuhkan suhu ekstrem rendah, yakni sekitar -196°C, yang hanya bisa dicapai dan dipertahankan dengan liquid nitrogen. Ketika suhu tidak terjaga, sel dapat mengalami kerusakan permanen atau kehilangan viabilitas, yang dapat mengganggu keberhasilan terapi dan penelitian.
Maka dari itu, monitoring suhu dan level LN₂ tidak bisa dilakukan secara manual atau berkala saja, melainkan memerlukan sistem pemantauan real-time dan terotomatisasi, dilengkapi dengan sistem peringatan dini jika terjadi penyimpangan.
Kebijakan BPOM: Standar Ketat untuk Keselamatan dan Kualitas
Berdasarkan peraturan terbaru yang dikeluarkan oleh BPOM, bank sel yang beroperasi di Indonesia wajib:
- Menjaga suhu penyimpanan sesuai standar: Misalnya, sel punca harus disimpan pada suhu kriogenik di bawah -150°C.
- Melakukan pencatatan suhu dan level LN₂ secara berkala, disarankan menggunakan sistem digital dan terintegrasi.
- Memiliki SOP (Standard Operating Procedure) yang jelas terkait penanganan, penyimpanan, dan pemantauan.
- Melaporkan hasil monitoring secara rutin sebagai bagian dari audit mutu dan inspeksi berkala oleh BPOM.
- Memiliki sistem cadangan dan rencana mitigasi risiko, termasuk generator cadangan, sensor ganda, dan pengawasan 24/7.
Teknologi Pendukung Monitoring Bank Sel
Beberapa solusi teknologi yang kini banyak diadopsi untuk membantu kepatuhan terhadap regulasi BPOM antara lain:
- Sensor suhu kriogenik berbasis IoT, dengan kemampuan menyimpan data dan mengirimkan notifikasi otomatis.
- Pemantauan level liquid nitrogen otomatis yang dapat diakses melalui aplikasi mobile atau dashboard cloud.
- Data logger dengan memori besar dan kemampuan ekspor data untuk keperluan audit BPOM.
- Alarm multi-kanal (SMS, email, sirine lokal) jika terjadi penyimpangan suhu atau penurunan LN₂.
Cryotherm BIOSAFE SMART
Cryocooler BIOSAFE® dari Cryotherm telah lama menjadi sinonim untuk kualitas dan keamanan.
Kriopreservasi menggunakan nitrogen cair kriogenik adalah praktik yang telah terbukti dalam dunia sains, riset, kedokteran, penelitian lingkungan, dan teknologi.
Dingin yang aman hingga -190 °C dalam fase gas serta atmosfer inert memungkinkan pembekuan dan penyimpanan optimal untuk sampel dan material medis serta biologis yang bernilai tinggi.
Dengan berbagai ukuran dan desain BIOSAFE®, yang dilengkapi dengan beragam aksesori, CRYOTHERM menawarkan solusi lengkap untuk semua kebutuhan kriopreservasi Anda.
Menawarkan berbagai keunggulan, seperti:
- Pengoperasian intuitif layaknya smartphone dan kemampuan terhubung hingga 254 perangkat dalam satu jaringan.
- Menyajikan data lengkap meliputi suhu penyimpanan, status operasi, alarm, pengaturan, serta audit trail, yang dapat diekspor dalam bentuk grafik, tabel, PDF, atau CSV.
- Dilengkapi deteksi level nitrogen presisi tinggi dengan 4 resistor PT500.
- Serta, fitur identifikasi fleksibel seperti nama wadah dan nomor seri.
- Selain itu, tersedia fungsi pendinginan ulang otomatis setelah tutup dibuka untuk menjaga kestabilan suhu.
