0 Comments

Potassium Dichromate (K₂Cr₂O₇) merupakan standar kalibrasi utama untuk spectrophotometer UV-Vis karena stabilitas kimia dan spektrum absorpsi yang reproducible.

Mengapa Potassium Dichromate Digunakan untuk Kalibrasi?

Keunggulan K₂Cr₂O₇

  • Stabilitas tinggi: Tidak mudah terdegradasi oleh cahaya/suhu
  • Spektrum khas: Puncak absorpsi tajam di 235, 350, dan 445 nm
  • Traceability: Tersedia sebagai CRM (Certified Reference Material)
  • Biaya ekonomis: Dibanding standar NIST lainnya

Aplikasi Utama

  • Kalibrasi harian spectrophotometer
  • Verifikasi akurasi panjang gelombang
  • Uji performa instrumen baru

Prinsip Kerja Berdasarkan Hukum Beer-Lambert

Persamaan Dasar:

math

A = \epsilon \cdot c \cdot l

Dimana:

  • A = Absorbansi
  • ε = Koefisien ekstinsi molar (L·mol⁻¹·cm⁻¹)
  • c = Konsentrasi (mol/L)
  • l = Panjang jalur kuvet (cm)

Nilai ε K₂Cr₂O₇:

λ (nm)ε (L·mol⁻¹·cm⁻¹)
23512,100
3504,620
4451,260

Prosedur Preparasi Larutan Standar

Bahan & Peralatan

  • K₂Cr₂O₇ kristal (kemurnian ≥99.9%)
  • H₂SO₄ 0.01 M (sebagai pelarut)
  • Labu takar kelas A
  • Timbangan analitik (akurasi ±0.0001 g)

Langkah Pembuatan

  1. Larutan Induk 0.0400 g/L:
    • Timbang 40.0 mg K₂Cr₂O₇
    • Larutkan dalam H₂SO₄ 0.01 M
    • Encerkan hingga 1 L
  2. Larutan Kalibrasi (Encerkan sesuai kebutuhan):
KonsentrasiVolume IndukVolume Finalλ Kalibrasi
Rendah5 mL50 mL235 nm
Menengah10 mL50 mL350 nm
Tinggi20 mL50 mL445 nm

Catatan:

  • Gunakan labu takar kelas A
  • Simpan di botol cokelat (stabil 3 bulan pada 4°C)

Protokol Kalibrasi Spectrophotometer

1. Persiapan Alat

  • Warm-up spectrophotometer 30 menit
  • Bersihkan kuvet dengan HNO₃ 10% → aquades → aseton
  • Atur parameter:
    • Slit width: 1-2 nm
    • Scan mode: Absorbance

2. Baseline Correction

  1. Isi kuvet dengan blanko (H₂SO₄ 0.01 M)
  2. Scan dari 200-500 nm
  3. Simpan sebagai baseline

3. Pengukuran Standar

  1. Ukur absorbansi larutan standar di 235, 350, 445 nm
  2. Bandingkan dengan nilai teoritis:
λ (nm)Absorbansi Teoritis (1 cm)Toleransi (±)
2350.2010.005
3500.5360.008
4451.0720.012

Kriteria Penerimaan:

  • Deviasi ≤ ±1%
  • Linearitas R² ≥ 0.999

4. Validasi Hasil

  • Gunakan NIST SRM 935a sebagai verifikasi
  • Buat control chart untuk pemantauan rutin

Troubleshooting & Solusi

MasalahPenyebabSolusi
Absorbansi terlalu rendahLarutan terkontaminasiBuat larutan baru
Puncak absorpsi tidak tajamSlit width terlalu lebarKurangi menjadi 1 nm
Baseline tidak stabilKuvet kotor/rusakGanti kuvet

FAQ

Q: Berapa interval kalibrasi menggunakan K₂Cr₂O₇?
A: Harian untuk analisis kritis, mingguan untuk rutin

Q: Bisakah menggunakan pelarut selain H₂SO₄?
A: Tidak direkomendasikan – pH memengaruhi spektrum absorpsi

Q: Apa alternatif jika K₂Cr₂O₇ tidak tersedia?
A: Gunakan Holmium Oxide untuk kalibrasi λ, Nickel Sulfate untuk absorbansi


Potassium Dichromate adalah standar kalibrasi yang:
✓ Akurat dan reproducible
✓ Memenuhi standar ISO/IEC 17025
✓ Ekonomis dan mudah digunakan

“Kalibrasi tepat dengan K₂Cr₂O₇ = Hasil analisis yang andal!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Related Posts